Prinsip-Prinsip Internet
1. Pengertian Internet
Internet adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/ Internet Protocol Suite (TCP / IP) Sebagai protokol pertukaran paket( packet switching communication protokol) Untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia.
Berikut ini Fasilitas-Fasilitas yang di sajikan olh internet:
1. Word Wide Web (WWW)
2. E-mail
3. Newsgroup
4. FTP
5. Gopher
6. Mailing List
7. Bulletin Board System (BBS)
8. Chatting
2. Fungsi/Manfaat Internet
a. Menambah wawasan dan pengetahunan
b. Komunikasi menjadi lebih cepat
c. Mudahnya belanja di Internet
d. Internet sebagau wahana hiburan
e. Berbagi apa pun menjadi lebih mudah
f. Memudahkan mencari lowongan pekerjaan
g. Pentingnya internet dalam dunia bisnis
B. Internet sebagai penunjang pekerjaan kantor
1. Internet sebagai sumber data dan informasi
Perkembangan tersebut bukan berarti tidak berdampak pada kehidupan manusia.Internet banyak digunakan sebagai alat untuk mencari data,infirmasi,dan komunikasi karena dapat diakses dengan mudah dan cepat.Dunia perkantoran saat ini tidak terlepas dari penggunaan internet.Data adalah peristiwa atau hal yang mempresentasikan keadaan sebenernya yang dapat dijadikan sebagai dasar suatu keterangan (informasi).
Terdapat dua jenis data yang dapat diterima manusia,yaitu sebagai berikut:
a. Data tersurat
Yaitu data yang secara nyata dapat ditangkap indra manusia.
b. Data tersirat
Data yang hanya dapat dibaca oleh naluriah manusia,yabg erat kaitannya dengan pengalaman batiniah seseorang.
Berguna atau tidaknya infirmasi tergantung pada beberapa aspek,antara lain sebagai berikut.
a. Tujuan si penerima
b. Ketelitian penyampaian dan pengelolahan data.
c. Waktu
d. Ruang dan tempat
e. Bentuk.
2. Keunggulan internet sebagai sumber informasi penunjang pekerjaan
a. Dapat mengakses sumber informasi di dunia secara tidak terbatas.
b. Internet memiliki fasilitas hyperlink yang dapat menggabungkan informasi dari sumber yang satu dengan yang lainnya.
c. Internet memilki kemampuan multimedia yang dapat menampilkan grafik,suara dan gambar bergerak,sehingga kita lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.
d. Sebagai sarana komunikasi cepat,seperti surat elektronik (E-mail).
e. Sebagai media komunikasi interaktif/langsung melalui Internet Relay Chat (IRC)
Manfaat internet dalam dunia kerja,antara lain sebagai berikut.
a. Internet memberikan fasilitas komunikasi dengan biaya murah.
b. Dengan internet,perusahaan dapat melakukan publikasi dan pemasaran dengan mudah dan cepat.
c. Perusahaan daoat menjual produk-produknya secara online.
d. Kantor perusahaan dapat menjalankan sistem aplikasi terintegrasi dari banyak tempat.
e. Pemberitahuan dapat tersebar dengan cepat ke seluruh pegawai.
f. Perusahaan dapat memberi informasi lowongan kerja dan merekrut pegawai baru dengan cepat dan mudah melalui sistem online.
g. Komunikasi perusahaan secara internasional menjadi lebih mudah.
3. Mesin pencari terpopuler
Terdapat ratusan mesin pencaru atau search engine yang ada di internet,dan kapasitas mesin tersebut akan selalu tumbuh dari waktu ke waktu.Berikut beberapa mesin pencari yang digunakan dalam mencari informasi guna menunjang pekerjaan kantor.
a. Google (http://www.google.com/)
b. Yahoo (http://www.yahoo.com/)
c. Open Directory (http://www.dmoz.com/)
d. MSN (http://www.msn.com/)
e. Live (http://www.live..com)
f. Altavista (http://www.altavista.com)
g. AOL (http://www.aol.com)
h. Altheweb (http://www.althaweb.com)
i. Baidu (http://www.baidu.com)
j. Looksmart (http://www.looksmart.com)
Minggu, 27 Januari 2019
Rabu, 23 Januari 2019
Cermin ajaib
Alkisah, ada seorang raja bernama Granada yang sedang mencari istri. Ia pun menggelar sebuah sayembara. Barang siapa ingin menjadi istrinya, haruslah melihat ke dalam cermin ajaib yang mampu menunjukkan kebaikan dan keburukannya semasa hidup.
Para wanita yang awalnya bersemangat ingin menjadi ratu langsung patah semangat mendengar persyaratan tersebut. Mereka khawatir dan malu kalau semua orang akan mengetahui borok-borok mereka.
Hanya ada satu wanita yang berani mengajukan diri. Ia adalah seorang penggembala yang datang dari keluarga menengah ke bawah. Bukan karena ia merasa tak pernah berbuat dosa. Namun menurutnya, semua orang pasti pernah berbuat kesalahan. Selama mau memperbaiki diri, semuanya bisa dimaafkan.
Tanpa ragu dan takut, ia melihat ke dalam cermin tersebut. Setelah itu, raja mengatakan bahwa cermin itu sebenarnya hanyalah cermin biasa. Ia hanya ingin menguji kepercayaan diri para wanita yang ada di sana. Pada akhirnya, mereka pun menikah dan hidup bahagia selamanya
Dongeng
Bawang merah dan bawang putih
Bawang Merah dan Bawang Putih.
Bawang Putih adalah gadis yang tak punya ibu dan bapak. Ia hidup bersama ibu tirinya yang juga punya anak seusia dengannya - namanya Bawang Merah. Bawang Putih selalu dibebani pekerjaan berat, misalnya mengambil air dari sumber yang sangat jauh dari rumah.
"Tidak mengapa...." guman Bawang Putih sambil bekerja. Mengambil air dari sumber, jaraknya sangat jauh dari rumah, tapi ini seperti olah raga yang menyehatkan tubuhku.
Sedangkan saudara tirinya yaitu Bawang Merah tak pernah di suruh bekerja oleh ibunya. Pekerjaannya setiap hari hanya bersolek dan bermalas-malasa.
"Ngapain kerja keras, biar si Bawang Putih saja yang melakukannya." kata Bawang Merah." Dulu aku sudah sering melakukannya, sekarang gantian dong!"
Bawang Putih juga diperintah mencari ranting-ranting kayu bakar untuk menanak nasi dan memasak. Namun gadis ini tak pernah mengeluh,
Ia jalani ini dengan tabah, walau kadang ia juga merasa diperlakukan tidak adil oleh ibu tirinya. Seperti memberi makan ayam harus dia yang melakukannya, padahal pekerjaan mudah dan bawang merah pasti bisa melakukannya.
Ia juga yang harus menyapu dan menimbun sampah di belakang rumah. Karena sering bergerak tanpa di sadari tubuh Bawang Putih semakin sintal, padatdan sehat. Kecantikannya tidaklah berkurang karena kesibukannya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah.
Sementara Bawang Merah dibiarkan begitu saja, Apabila ada sedikit kesalahan ia selalu di marahi habis-habisan oleh ibu tirinya.
"Ingat jangan ulangi lagi kesalahanmu, dasar gadis jelek!" bentak ibu tirinya suatu hari.
"Maaf bu.....saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi. Maafkan saya bu....."kata Bawang Putih dengan sopan.
"Sudah sana cepat cuci pakaian adikmu."bentak si ibu tiri.
Bawang Merah setiap hari hanya bersolek. Ia berusaha berdandan sebaik-baiknya. Namun diam-diam ia harus mengakui bahwa Bawang Putih ternyata jauh lebih cantik daripada dirinya. Padahal Bawang Putih tidak pernah bersolek secara berlebihan seperti bawang merah.
"Mengapa dia tetap lebih cantik dariku?" tanya Bawang Merah dalam hatinya.
Ya, bawang Merah merasa iri hati dan berusaha terus berdandan sebaik mungkin, tapi walaupun sudah berdandan sedemikian rupa, ia tetap kalah cantik bila dibandingkan dengan Bawang Putih.
Seperti biasa setiap hari Bawang Putih diperintah mencuci pakaian-pakaian kotor yang jumlahnya banyak.
"Mengapa Bawang Merah tidak mau belajar mencuci pakaiannya sendiri?" tanya Bawang Putih dalam hati.
Suatu ketika ia mendapati seekor ikan menggelepar-gelepar di atas tanah dekat tepian sungai, rupanya ikan ini jatuh dari jala pencari ikantanpa diketahui si penjala ikan.
"kasihan kau ikan......!" bisik Bawang Putih sambil membungkuk. memasukannya ke dalam air sungai. Sang ikan menatapnya dengan pandangan terima kasih, kemudian menyelam ke dasar sungai.
Sesaat kemudian ikan itu menyembul keluar dan mengeluarkan suara, "Terima kasih Bawang Putih. Karena mengasihi sesama makhluk dan telah menolongku, maka aku juga akan membantu kesulitanmu.
"Hai kau bisa berbicaraikan?"
"Benar! sesungguhnya aku adalah ikan jelmaan Dewa."
"Oh.... maafkan hamba Dewa.....!"
"Tidak mengapa......sekarang masukan cucianmu ke dalam air." pinta ikan aneh itu.
Bawang Putih memasukan pakain-pakaoan kotor itu ke dalam air. Ikan itu menyelam kembali ke dasar sungai. Begitu Bawang Putih mengangkat pakaiannya seketika pakaian-pakaian itu sudah bersih sekali,
"Terima kasih......! Terima kasih.....!" kata Bawang Putih berkali-kali.
Semenjak saat itu sang ikan menjadi sahabat Bawang Putih. Bila Bawang Putih mencuci pakaian di sungai sang ikan muncul ke permukaan, anehnya Bawang Putih mampu menyelesaikan cuciannya yang banyak itu dalam tempo yang cukup singkat tanpa merasa lelah. kiranya sang ikan jelmaan Dewa itu telah membantunya secara ghaib.
Melihat pekerjaan yang berat dapat diselesaikan dalam waktu singkat, si ibu tiri menjadi curiga. Suatu ketika Bawang Merah disuruh mengamati dari jauh siapakah yang membantu pekerjaan si Bawang Putih.
"Oh, ternyata dia dibantu oleh ikan ajaib? Begitu pakaian dicelupkan ke dalam air seketika itu juga pakaian bersih dengan sendirinya." guman Bawang Merah. "Hem, aku ada akal untuk...."
Bawang Merah terus bersembunyi hingga Bawang Putih pulang ke rumah. Bawang Putih sama sekali tidak menduga jika Bawang Merah sudah melihat dan mengamatinya sejak tadi.
Esok harinya, pagi-pagi Bawang Putih di suruh mencari kayu bakar dan air untuk memasak, sementara Bawang Merah pergi ke sungai sambil membawa cucian.
Di tepi sungai Bawang Merah menirukan apa yang kemarin dilakukan oleh Bawang Putih. Pada saat ikan ajaib itu muncul, ia langsung menjaring dan menangkapnya.
"Lepaskan aku....lepaskan aku...!" teriak ikan itu dengan nafas terengah-engah.
"Apa melepaskanmu? enak saja! kau yang selama ini membantu Bawang Putih..... sekarang jangan harap kau dapat melakukannya lagi."
Habis berkata demikian Bawang Merah segera bergegas pulang ke rumah. Pada saat itu Bawang Putih masih berada di dalam hutan mencari kayu bakar.
"Ibu....Ibu.....! Aku berhasil menangkap ikan ini!" teriak Bawang Merah di depan pintu.
"Mana, coba ibu lihat!" sahut si ibu jahat sambil melangkap ke luar rumah.
Bawang Merah mengacung-acungkan ikan emas itu dekat ibunya.
"Wah! Cukup besar juga ya, pasti lezat jika kita panggang!"
"Ah, jangan di panggang Bu......!"
"Lalu mau kau apakan?"
"Kita goreng saja agar lebih lezat!"
"Baiklah terserah kau saja."
"lalu bagaimana dengan Bawang Putih?" tanya ibunya.
"Hem....kukira dia juga harus dapat bagian dari ikan ini."
"Bagian apanya?"
"Bagian durinya sajaa......hihihihiiiii.....!" Bawang Merah tertawa kesenangan sambil membayangkan betapa sedih dan kecewanya si Bawang Putih kehilangan ikan kesayangannya.
Demikianlah, ikan itu mereka bawa ke dapur. Disembelih, dikeluarkan kotorannya, lalu di goreng di wajan dengan minyak kelapa panas mendidih.
Setelah cukup masak ibu dan anak itu memakannya hingga habis dagingnya. hanya duri dan kepala yang di sisakan oleh ibu dan anak yang dengki itu.
"Hati-hati.......Sebaiknya kau bungkus duri ikan itu agar dia tidak menyangka bahwa ikannya telah kita goreng!" pesan ibu Bawang Merah.
Ketika Bawang Putih pulang sehabis mencari kayu bakar, mereka pura-pura berbaik hati. Mereka menyediakan nasi diatas meja, lalu Bawang Putih dipersilakan makan.
"Ayo Bawang Putih makanlah dulu. ini nasinya masih hangat. Dan ini bungkusan berisi lauk yang sangat lezat...... Cepatlah kau buka dan kau makan." kata Bawang Merah.
"Terima kasih apakah kalian berdua sudah makan?" tanya Bawang Putih.
"Sudah cepat kau buka bungkusan itu!"
Bawang Putih membuka bungkusan itu ternyata berisi duri ikan mas. Seketika pucat pasi wajah Bawang Putih." Ka......kalian telah membunuh dan memakan ikan emasku, teganya kalian.....!"
Ibu dan Anak itu hanya tertawa-tawa penuh kemenangan. Tanpa banyak bicara lagi Bawang Putih membawa duri ikan itu ke halaman rumah dan menguburnya dengan hati-hati.
Esok harinya terjadi keajaiban. Ditempat ikan itu di kubur telah tumbuh bunga yang indah, Bawang Putih merawat tanaman itu dengan penuh kasih sayang,
Pada suatu hari ada pangeraran kerajaan disertai patih dan pengawal yang melintas di tempat otu. Pangeran sangat tertarik atas keindahan bunga yang sedang mekar di halaman rumah Bawang Putih.
Pangeran turun dari kudanya dan bertanya siapakah yang menanam bunga itu. Begitu melihat ada seorang Pangeran memasuki halamnnya seketika Bawang Merah dan Ibunya segera menyambutnya dengan tergopoh-gopoh.
"Siapa pemilik tanaman bunga indah ini?" tanya Pangeran.
"Hamba Pangeran...... hamba.....!" sahut Bawang Merah.
"Benarkah kau yang menanamnya?" tanya Pangeran.
"Benar Pangeran!"
Tapi Pangeran itu malah menggeleng-gelengkan kepalanya.
Melihat ada tamu penting Bawang Putih ikut keluar rumah. ketika sepasang matanya beradu pandang dengan Pangeran jantungnya berdebar kencang. ia tertunduk malu.
Pangeran mendekati gadis itu sambil bertanya, "Siapa namamu anak manis?"
"Nama hamba Bawang Putih....."
"Oh...... jadi kau yang bernama Bawang Putih Telah lama aku mencarimu. Aku mendapat bisikan dalam samadiku bahwa gadis bernama Bawang Putih adalah calon istriku."
"Pangeran....dia hanya seorang pembantu....dia......!" Bawang Merah protes namun tidak meneruskan ucapannya, karena Pangeran memandangnya dengan penuh amarah.
"Kau pastilah Bawang Merah!" bentak Pangeran.
"Beb....beb....benar Pangeran......." jawab gadis itu dengan suara gemetar.
"Kau dan Ibumu telah memakan ikan jelmaan Dewa, tubuh kalian akan mengeluarkan sisik ikan." Baru saja Pangeran berkata demikian ibu dan anak yang jahat itu menjerit karena tubuhnya jadi bersisik, seluruh kulit di tubuh mereka terasa gatal menyengat, mereka menggaruk-garuk sekujur tubuh namun rasa gatal itu bukannya hiang malah menjadi-jadi. Akhirnya mereka lari tak tahu rimbanya karena malu.
"Ampun.....ampunkan kami wahai para Dewa.....!" jerit si ibu sambil berlari kencang meninggalkan Bawang Merah.
"Aduh !" Gatal sekali seluruh kulitku..... ibu tolong anakmu!" Ibu dimanakah kau?" jerit Bawang Merah karena ia tak tahu kemana arah lari ibunya.
Sementara Pangeran mendekati Bawang Putih dan memegang tangannya sambil bertanya," Diajeng Bawang Putih bersediakah engkau menjadi istriku?"
Bawang Putih mengangguk pelan. Wajahnya tertunduk malu. Demikianlah, Bawang Putih yang baik hati dan senantiasa bersabar atas derita itu, akhirnya diboyong ke istana untuk dijadikan istri Pangeran. Merka hidup berbahagia hingga akhir hayatnya.
"Kau dan Ibumu telah memakan ikan jelmaan Dewa, tubuh kalian akan mengeluarkan sisik ikan." Baru saja Pangeran berkata demikian ibu dan anak yang jahat itu menjerit karena tubuhnya jadi bersisik, seluruh kulit di tubuh mereka terasa gatal menyengat, mereka menggaruk-garuk sekujur tubuh namun rasa gatal itu bukannya hiang malah menjadi-jadi. Akhirnya mereka lari tak tahu rimbanya karena malu.
"Ampun.....ampunkan kami wahai para Dewa.....!" jerit si ibu sambil berlari kencang meninggalkan Bawang Merah.
"Aduh !" Gatal sekali seluruh kulitku..... ibu tolong anakmu!" Ibu dimanakah kau?" jerit Bawang Merah karena ia tak tahu kemana arah lari ibunya.
Sementara Pangeran mendekati Bawang Putih dan memegang tangannya sambil bertanya," Diajeng Bawang Putih bersediakah engkau menjadi istriku?"
Bawang Putih mengangguk pelan. Wajahnya tertunduk malu. Demikianlah, Bawang Putih yang baik hati dan senantiasa bersabar atas derita itu, akhirnya diboyong ke istana untuk dijadikan istri Pangeran. Merka hidup berbahagia hingga akhir hayatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

